Kamis, 14 Januari 2016

Aneka situasi pelibat menyimak dan Meningkatkan daya simak


Aneka Situasi Pelibat Menyimak
Penelitian pada 68 mahasiswa menyimak dikemukakan oleh Paul T. Rankin(1929) dari Detroit Public School, bahwa mereka menggunakan waktu berkomunikasi sebagai berikut :
Menulis                 9%
Membaca             16%
Berbicara              30%
Menyimak             45%
Maka dapat diketahui dari hasil penelitian tersibut bahwa, waktu yang digunakan untuk menyimak 3x lebih banyak daripaada membaca. Dalam kegiatan menyimak ada beberapa hal yang menjaikan proses menyimak menjadi tidak kondusif, hal tersebu diebabkan oleh :
1.      Mereka terlalu sibuk mencatat dengan terperinci.
2.      Mereka tidak mampu mengatasi gangguan.
3.      Mereka berjiwa argumentatif. 
4.      Berpura-pura menarik perhatian ketika menyimak.
5.      Kurang menaruh perhatian terhadap yang disimak.
Menyimak merupakan aspek penting untuk dapat berbahasa dengan baik. Hal tersebut dapat dikembangkan dengan cara :
1.      Latihan terpimpin
2.      Menjauhkan dari faktor penyebab menyimak yang jelek
3.      Meingkatkan dan memperkaya kosa kata
4.      Meningkatkan pengenalan kata-kata yang lebih baik dengan telinga
Untuk menjamin berlangsungnya kegiatan menyimak yang lebih baik, hendaklah seorang guru memulai berbicara dengan bahasa yang sedehana, kalimat serta frasa yang singkat, tegas, tepat, teratur dan jelas memberikan ppetunjuk dengan gerak-gerik yang menjelaskan maksud dan tujuan. Keberhasilan dalam memahami sebuah petujuk, keterangan, pengumuman bergantung pada taraf para penyimak, tergantung pada perhatian yang mereka berikan.
Percakapan dan diskusi
Percakapan atau koversi merupakan aktifitas yang paling umum diantara tipe komunikasi lisan dan jelas. Dalam berbicara perlu diajarkan kepada para penyimak  dengan cara memilih topik pembicaraan yang menarik.
Dalam diskusi haruslah seorang peserta didik mengetahui topik yang sedang dipertimbangkan. Diskusi haruslah dilakukan dengan aktif, resektif, responsif, atentif serta terbuka dengan pendapat baik yang berupa kritik.
Laporan
Ketika seorang menyimak sebuah laporan, hal-hal yang perlu mengikuti rencana organisasi seorang pembicara, pilihan serta urutan ide, berusaha menyaring informasi, kemudian mengevaluasi keotentikan atau hal kebenaran  yang dikatakan pembicara.
Radio, Televisi, Rekaman, dan Telepon
Radio, Televisi, Rekaman, dan Telepon merupakan  alat menyimak modern yang saat kini banyak ditemukan di rumah maupun tempat lain, ragam situasi menyimak oleh perlengkapan diatas iyalah :
1.      Menyimak sekunder, musik yang di dengarkan dengan volume yang rendah sebagai latar belakang.
2.      Menyimak sosial atau menyimak konversasional, ketika kita berbicara di telepon.
3.      Menyimak apresiasif, drama atau musik yang merdu dan dipentaskan.
4.      Menyimak eksplorasif atau menyimak  interogratif, informasi yang diberikan kita berupa resep atau mengenai cuaca.
5.      Menyimak konsentratif dan menyimak ktritis, masalah yang sedang didiskusikan mengenai masalah politikus atau mengenai bidang ilmu pengetahuan.
Aneka Alasan Menyimak
1.      Ingin mempelajari suatu bahan simakan.
Untuk memperoleh ilmu pengetahuan
2.      Ingin memikat hati orang lain.
Untuk menaruh simpati kepada orang yang menyimak ujarannya.
3.      Ingin menjadi orang yang sopan santun
Rela dan mau menyimak pembicaraan orang lain berupa isi hati, keluhan, dan pesan.
4.      Ingin mencari keuntungan uang
Hal tersebut diterapkan dalam kegiatan jual beli.
5.      Ingin memperoleh manfaat dari bahan simakan
Untuk mengetahui, memahami, bahkan menguasai pemecahan suatu masalah.
6.      Ingin menghilangkan rasa bosan
Mengalihkan perhatian dari suatu hal ke hal yang lain agar tidak merasa jenuh.
7.      Ingin membandingkan beberapa pendapat
Suatu bidang studi dapat kita peeroleh dengan mendengarkan dari lisa orang lain, semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan semakin banyak pula pengetahuan yang kita dapatkan sehingga dapat membandingkan aneka pendapat.
8.      Ingin memperluas pandangan dan pengertian
Hal tersebut dilakukan dengan cara menyimak sebanyak mungkin pandangan maupun gagasan dari para ahli.
9.      Ingin memenuhi rasa ingin tahu
Rasa ingin tahu menjadikan pendorong bagi kita untuk mengetahui semakin dalam hal yang ingin diteliti.
10.  Ingin disenangi orang lain
kontak yang baik ini, penyimak disenangi orang lain.

Meningkatkan Daya Simak

Aneka pengalaman audio pemertinggi kemampuan menyimak
1.      Menyimak pada guru
a.       Mengenalkan bunyi, urutan bunyi, pola intonasi.
b.      Memberikan petunjuk yang berhubugan kegiatan di kelas.
c.       Memberikan kalimat contoh.
d.      Memberikan isyarat atau mengemukakan pertanyaan.
e.       Memceritakan suatu kisah, dongeng, dan lainnya.
f.       Membacakan suatu paragraf, puisi, dan lainnya.
g.      Memperagakan suatu dialog.
h.      Mengadakan dikte.
i.        Memberikan suatu latihan pemahaman.
j.        Memberikan ceramah.
k.      Memperiapkan penulisan komposisi.
l.        Mengajak seseorang melakukan percakapan.
2.      Menyimak pada siswa lainnya.
Memberikan sebuah pentanyan, petunjuk, rangkuman, serta menceritakan kejadian yang dialami maupun dialami orng lain.
3.      Mengambil bagian dari suatu dramatis asi dialog.
4.      Menyimak para pembicara yang diundang dari luar.
5.      Menyimak rekaman-rekaman.
6.       Menyimak rekaman-rekaman fonograf pelajaran yang sama secara berulang-ulang.
7.      Menyimak pada film bicara secara berulang kali.
8.      Ikut serta berbicara dalam telepon.
9.      Mewawancarai.
10.  Menghadari kuliah, ceramah, konferensi dan lainnya.
11.  Mengikuti suatu kegiatan secara sponan.
12.  Berpartisipasi dalam diskusi.
13.  Menonton permainan berbahasa.
Aneka kegiatan meninggkatkan daya simak.
1.      Menyimak Konservatif
Dilakukan dengan cara :
a.       Menyiapkan hal yang perlu digunakan.
b.      Mengadakan norma dan standar untuk menyimak.
c.       Membuat rekaman percakapan.
d.      Membuat struktur daftar norma penyimak.
e.       Mengevaluasi percakapan.
f.       Mengevaluasi dengan daftar norma.
g.      Evaluasi dari kegiatan menyimak berdasarkan norma yang telah diterapkan.
2.      Menyimak Apresiasif
Dalam menyimak apresiasif ada dua aspek yang berbeda, yaitu :
a.       Koresponsifan.
b.      Pengolahan serta pengembangan cita rasa.
Ciri penyimak melakukan menyimak apresiasif
1.      Membuat  sketsa atau bagan.
2.      Memantomimkan.
3.       Menceritakan atau menulis kesimpulan.
4.      Membuat latar belakang suara atau bunyi.
Cara penerapan menyimak apresiasif
1.      Menceritakan suatu kisah kepada penyimak.
2.      Menyaksikan adekan pertama suatu lakon yang diceritakan.
3.      Menyimak petunjuk dalam cerita.
4.      Mencatat ide yang disarankan.
Kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan menyimak :
1.      Membuat rekaman.
2.      Melukis atau menggangmbar suatu pemandangan.
3.      Menyelidiki pendapat umum.
4.      Membuat pawai sukses
5.      Membuat suatu lembaran penilaian.
6.      Membuat suatu komite atau panitia.
3.      Menyimak Eksploratif
Cara yang baik dalam menyimak eksplorasi ialah menyimak suatu masalah atau pertanyaan dalam hati. Kegiatan tunggal dala mlati siswa :
1.      Memilih suatu topik.
2.      Memilih kalimat topik dalam paragraf.
3.      Menulis urutan suatu topik .
4.      Menulis dan menyiapkn pertanyaan.
5.      Memilih topik inti.
6.      Memilih kalimat yang baik untuk mengekspresikan tema tersebut.
7.      Menulis tema dengan bebas.
8.      Menulis rangkuman.
4.      Menyimak Konsentratif
Dalam menyimak konsentratif hendaklah penulis menggambarkan setiap detail ilustratif tertentu  yang kemudian membut bagan yang tempat untuk mengambarkan secara terperinci.
Sikap guru turut mempertinggi daya simak siswa
1.      Menyediakan waktu untuk menyimak.
2.      Memberi perhatian
3.      Memberikan reaksi lisan yang wajar.
4.      Jangan mengerocek fakta tambahan.
5.      Jangan menilai yang telah dikatakan.
6.      Jangan menghilangkan kepercayaan dan kemampuan pembicara.
Kualifikasi guru menyimak
1.      Tuntutan guru
a.       Persiapan dan rencana.
b.      Pengenalan dan penghargaan terhadap perbedaan individual.
c.       Motivasi.
d.      Penguasaan bahan pengajaran.
e.       Teknik mengajar.
f.       Penguasaan kelas.
g.       Suasana kelas.
2.      Kualifikasi baik
Berupaya menjadi penyimak efektif
1.      Mengembangkan kemampuan dan keikhlasan dalam menyimak.
2.      Menyimak dengan rasa penu hormat.
3.      Menyimak tanpa mengevaluasi dan keputusan yang terlalu dini.
4.      Menyimak secara analitis.
5.      Menyimak tanda dan isyarat .
Mengatasi kendala menyimak
1.      Jauhkan sifat egosentris dalam menyimak.
2.      Turut berpatisipasi menyimak.
3.      Jangan takut berkomunikasi dapt mengubah pendapat.
4.      Jangan malu meminta penjelasan  dari pembicara.
5.      Jangan terlalu puas dengan penampilan luar pembicara.
6.      Jangan gegabah dalam mempertimbangkan yang dikemukakan pembicara.
7.      Hindari kebingungan simantik.
Aneka kaidah peningkatan menyimak
1.      Mengembangkan keinginan menyimak.
2.      Membangun kebiasaan menyimak yang baik.
3.      Memberikan perhatian yang besar dan wajar dala memetik hikmah pembicaraan.
4.      Jangan mengevaluasi sebelum pembicara selesai berbicara.
5.      Simak gagasan dan konsep pembicaraan.
6.      Menggunakan kecepatan berfikir secara wajar.
7.      Memanfaatkan waktu menyimak dengan baik.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak Kenal Maka Harus Kenalan Zaman dahulu ada sebuah ungkapan yang menyatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” namun ungkapan berbeda jika ...