Aneka Situasi Pelibat Menyimak
Penelitian
pada 68 mahasiswa menyimak dikemukakan oleh Paul T. Rankin(1929) dari Detroit
Public School, bahwa mereka menggunakan waktu berkomunikasi sebagai berikut :
Menulis 9%
Membaca
16%
Berbicara 30%
Menyimak 45%
Maka dapat diketahui
dari hasil penelitian tersibut bahwa, waktu yang digunakan untuk menyimak 3x
lebih banyak daripaada membaca. Dalam kegiatan menyimak ada beberapa hal yang
menjaikan proses menyimak menjadi tidak kondusif, hal tersebu diebabkan oleh :
1. Mereka
terlalu sibuk mencatat dengan terperinci.
2. Mereka
tidak mampu mengatasi gangguan.
3. Mereka
berjiwa argumentatif.
4. Berpura-pura
menarik perhatian ketika menyimak.
5. Kurang
menaruh perhatian terhadap yang disimak.
Menyimak merupakan
aspek penting untuk dapat berbahasa dengan baik. Hal tersebut dapat
dikembangkan dengan cara :
1. Latihan
terpimpin
2. Menjauhkan
dari faktor penyebab menyimak yang jelek
3. Meingkatkan
dan memperkaya kosa kata
4. Meningkatkan
pengenalan kata-kata yang lebih baik dengan telinga
Untuk
menjamin berlangsungnya kegiatan menyimak yang lebih baik, hendaklah seorang
guru memulai berbicara dengan bahasa yang sedehana, kalimat serta frasa yang
singkat, tegas, tepat, teratur dan jelas memberikan ppetunjuk dengan
gerak-gerik yang menjelaskan maksud dan tujuan. Keberhasilan dalam memahami
sebuah petujuk, keterangan, pengumuman bergantung pada taraf para penyimak,
tergantung pada perhatian yang mereka berikan.
Percakapan
dan diskusi
Percakapan atau koversi
merupakan aktifitas yang paling umum diantara tipe komunikasi lisan dan jelas.
Dalam berbicara perlu diajarkan kepada para penyimak dengan cara memilih topik pembicaraan yang
menarik.
Dalam diskusi haruslah
seorang peserta didik mengetahui topik yang sedang dipertimbangkan. Diskusi haruslah
dilakukan dengan aktif, resektif, responsif, atentif serta terbuka dengan
pendapat baik yang berupa kritik.
Laporan
Ketika seorang menyimak
sebuah laporan, hal-hal yang perlu mengikuti rencana organisasi seorang
pembicara, pilihan serta urutan ide, berusaha menyaring informasi, kemudian
mengevaluasi keotentikan atau hal kebenaran
yang dikatakan pembicara.
Radio,
Televisi, Rekaman, dan Telepon
Radio, Televisi,
Rekaman, dan Telepon merupakan alat
menyimak modern yang saat kini banyak ditemukan di rumah maupun tempat lain,
ragam situasi menyimak oleh perlengkapan diatas iyalah :
1. Menyimak
sekunder, musik yang di dengarkan dengan volume yang rendah sebagai latar
belakang.
2. Menyimak
sosial atau menyimak konversasional, ketika kita berbicara di telepon.
3. Menyimak
apresiasif, drama atau musik yang merdu dan dipentaskan.
4. Menyimak
eksplorasif atau menyimak interogratif,
informasi yang diberikan kita berupa resep atau mengenai cuaca.
5. Menyimak
konsentratif dan menyimak ktritis, masalah yang sedang didiskusikan mengenai
masalah politikus atau mengenai bidang ilmu pengetahuan.
Aneka Alasan Menyimak
1. Ingin
mempelajari suatu bahan simakan.
Untuk memperoleh ilmu pengetahuan
2. Ingin
memikat hati orang lain.
Untuk menaruh simpati kepada orang yang
menyimak ujarannya.
3. Ingin
menjadi orang yang sopan santun
Rela dan mau menyimak pembicaraan orang
lain berupa isi hati, keluhan, dan pesan.
4. Ingin
mencari keuntungan uang
Hal tersebut diterapkan dalam kegiatan
jual beli.
5. Ingin
memperoleh manfaat dari bahan simakan
Untuk mengetahui, memahami, bahkan
menguasai pemecahan suatu masalah.
6. Ingin
menghilangkan rasa bosan
Mengalihkan perhatian dari suatu hal ke
hal yang lain agar tidak merasa jenuh.
7. Ingin
membandingkan beberapa pendapat
Suatu bidang studi dapat kita peeroleh
dengan mendengarkan dari lisa orang lain, semakin banyak pengetahuan yang kita
dapatkan semakin banyak pula pengetahuan yang kita dapatkan sehingga dapat
membandingkan aneka pendapat.
8. Ingin
memperluas pandangan dan pengertian
Hal tersebut dilakukan dengan cara
menyimak sebanyak mungkin pandangan maupun gagasan dari para ahli.
9. Ingin
memenuhi rasa ingin tahu
Rasa ingin tahu menjadikan pendorong
bagi kita untuk mengetahui semakin dalam hal yang ingin diteliti.
10. Ingin
disenangi orang lain
kontak yang baik ini, penyimak disenangi
orang lain.
Meningkatkan
Daya Simak
Aneka
pengalaman audio pemertinggi kemampuan menyimak
1. Menyimak
pada guru
a. Mengenalkan
bunyi, urutan bunyi, pola intonasi.
b. Memberikan
petunjuk yang berhubugan kegiatan di kelas.
c. Memberikan
kalimat contoh.
d. Memberikan
isyarat atau mengemukakan pertanyaan.
e. Memceritakan
suatu kisah, dongeng, dan lainnya.
f. Membacakan
suatu paragraf, puisi, dan lainnya.
g. Memperagakan
suatu dialog.
h. Mengadakan
dikte.
i.
Memberikan suatu latihan pemahaman.
j.
Memberikan ceramah.
k. Memperiapkan
penulisan komposisi.
l.
Mengajak seseorang melakukan percakapan.
2. Menyimak
pada siswa lainnya.
Memberikan sebuah pentanyan, petunjuk,
rangkuman, serta menceritakan kejadian yang dialami maupun dialami orng lain.
3. Mengambil
bagian dari suatu dramatis asi dialog.
4. Menyimak
para pembicara yang diundang dari luar.
5. Menyimak
rekaman-rekaman.
6. Menyimak rekaman-rekaman fonograf pelajaran
yang sama secara berulang-ulang.
7. Menyimak
pada film bicara secara berulang kali.
8. Ikut
serta berbicara dalam telepon.
9. Mewawancarai.
10. Menghadari
kuliah, ceramah, konferensi dan lainnya.
11. Mengikuti
suatu kegiatan secara sponan.
12. Berpartisipasi
dalam diskusi.
13. Menonton
permainan berbahasa.
Aneka kegiatan meninggkatkan daya
simak.
1. Menyimak
Konservatif
Dilakukan dengan cara :
a. Menyiapkan
hal yang perlu digunakan.
b. Mengadakan
norma dan standar untuk menyimak.
c. Membuat
rekaman percakapan.
d. Membuat
struktur daftar norma penyimak.
e. Mengevaluasi
percakapan.
f. Mengevaluasi
dengan daftar norma.
g. Evaluasi
dari kegiatan menyimak berdasarkan norma yang telah diterapkan.
2. Menyimak
Apresiasif
Dalam menyimak apresiasif ada dua aspek
yang berbeda, yaitu :
a. Koresponsifan.
b. Pengolahan
serta pengembangan cita rasa.
Ciri
penyimak melakukan menyimak apresiasif
1. Membuat sketsa atau bagan.
2. Memantomimkan.
3. Menceritakan atau menulis kesimpulan.
4. Membuat
latar belakang suara atau bunyi.
Cara
penerapan menyimak apresiasif
1. Menceritakan
suatu kisah kepada penyimak.
2. Menyaksikan
adekan pertama suatu lakon yang diceritakan.
3. Menyimak
petunjuk dalam cerita.
4. Mencatat
ide yang disarankan.
Kegiatan
yang bermanfaat untuk meningkatkan menyimak :
1. Membuat
rekaman.
2. Melukis
atau menggangmbar suatu pemandangan.
3. Menyelidiki
pendapat umum.
4. Membuat
pawai sukses
5. Membuat
suatu lembaran penilaian.
6. Membuat
suatu komite atau panitia.
3. Menyimak
Eksploratif
Cara yang baik dalam menyimak eksplorasi
ialah menyimak suatu masalah atau pertanyaan dalam hati. Kegiatan tunggal dala
mlati siswa :
1. Memilih
suatu topik.
2. Memilih
kalimat topik dalam paragraf.
3. Menulis
urutan suatu topik .
4. Menulis
dan menyiapkn pertanyaan.
5. Memilih
topik inti.
6. Memilih
kalimat yang baik untuk mengekspresikan tema tersebut.
7. Menulis
tema dengan bebas.
8. Menulis
rangkuman.
4. Menyimak
Konsentratif
Dalam menyimak konsentratif hendaklah
penulis menggambarkan setiap detail ilustratif tertentu yang kemudian membut bagan yang tempat untuk
mengambarkan secara terperinci.
Sikap
guru turut mempertinggi daya simak siswa
1. Menyediakan
waktu untuk menyimak.
2. Memberi
perhatian
3. Memberikan
reaksi lisan yang wajar.
4. Jangan
mengerocek fakta tambahan.
5. Jangan
menilai yang telah dikatakan.
6. Jangan
menghilangkan kepercayaan dan kemampuan pembicara.
Kualifikasi
guru menyimak
1. Tuntutan
guru
a. Persiapan
dan rencana.
b. Pengenalan
dan penghargaan terhadap perbedaan individual.
c. Motivasi.
d. Penguasaan
bahan pengajaran.
e. Teknik
mengajar.
f. Penguasaan
kelas.
g. Suasana kelas.
2. Kualifikasi
baik
Berupaya
menjadi penyimak efektif
1. Mengembangkan
kemampuan dan keikhlasan dalam menyimak.
2. Menyimak
dengan rasa penu hormat.
3. Menyimak
tanpa mengevaluasi dan keputusan yang terlalu dini.
4. Menyimak
secara analitis.
5. Menyimak
tanda dan isyarat .
Mengatasi
kendala menyimak
1. Jauhkan
sifat egosentris dalam menyimak.
2. Turut
berpatisipasi menyimak.
3. Jangan
takut berkomunikasi dapt mengubah pendapat.
4. Jangan
malu meminta penjelasan dari pembicara.
5. Jangan
terlalu puas dengan penampilan luar pembicara.
6. Jangan
gegabah dalam mempertimbangkan yang dikemukakan pembicara.
7. Hindari
kebingungan simantik.
Aneka
kaidah peningkatan menyimak
1. Mengembangkan
keinginan menyimak.
2. Membangun
kebiasaan menyimak yang baik.
3. Memberikan
perhatian yang besar dan wajar dala memetik hikmah pembicaraan.
4. Jangan
mengevaluasi sebelum pembicara selesai berbicara.
5. Simak
gagasan dan konsep pembicaraan.
6. Menggunakan
kecepatan berfikir secara wajar.
7. Memanfaatkan
waktu menyimak dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar