Tak Kenal Maka Harus Kenalan
Zaman dahulu ada sebuah ungkapan yang menyatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” namun ungkapan berbeda jika diungkapkan pada zaman sekarang atau zaman now. Ungkapan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” sekarang berubah menjadi “Tak kenal maka harus kenalan”. Baiklah akan saya perkenalkan nama saya sebenarnya, sesuai dari kartu keluarga saya tercantumkan jika nama saya Intan Maulia Marta. Orang lain sering memanggil saya Intan. Selama ini yang saya ketahui sampai kapanpun bahwa saya memiliki orang tua yang bernama Bapak Matrukan dan Ibu Tuti Aningsing. Dalam kartu keluarga saya menyatakan bahwa saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Saya memiliki kakak perempuan yang bernama Suci Nur Amalia dan adik laki-laki yang bernama Bayu Cahaya Saputra.
Sedari kecil, kata Ibu saya hobi menyanyi, namun nyatanya menurut bapak saya suara saya tak serenyah jika didengarkan oleh telinga. Namun bagi saya hobi yang benar-benar mudah untuk dilakukan ialah menyanyi tanpa harus menyadari renyah atau tidaknya suara nyanyian jika didengarkan orang lain.
Keluarga saya merupakan keluarga asli keturunan Jawa. Sehingga, tidak heran jika saya bertempat tinggal di pulau Jawa tepatnya di Suwawal Rt 03 Rw 01 kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Kedua orang tua saya begitu baik dengan saya sehingga saya dapat di sekolahkan kedua orang tua saya. Perjalanan pendidikan saya sedikit berbeda dengan orang lain pada umumnya. Jika orang lain kebanyakan mengawali pendidikannya di Taman Kanak-kanak (TK), berbeda dengan saya yang mengawali pendidikan pada jenjang sekolah Sekolah Dasar (SD). Saya megawali pendidikan di tingkatan Sekolah Dasar dengan jarak tidak jauh dari rumah, tepatnya di SDN 6 Suwawal. Alhamdulillah, saya dapat mengakhiri Sekolah Dasar selama 6 Tahun. Dalam kurun waktu 6 tahun tersebut saya juga memperoleh pendidikan non-formal di Madin Al-Falah tentunya dengan jarak yang tidak jauh dari rumah saya.
Pendidikan yang saya peroleh di Madin Al-Falah berupa ilmu-ilmu agama Islam. Ilmu-ilmu tersebut berupa ilmu Tajuwid, Sorof, Nahwu, Aqidah Akhlak, Bahasa Arab, Hadits, dan ilmu agama Islam lainnya. Pendidikan formal dan non-formal saya jalankan dengan beriringan. Jika pagi hari saya memulai pendidikan formal dan siang hari usai pulang sekolah tepat pukul 14.00 WIB saya memulai pendidikan non-formal.
Pada tahun 2009 ketika saya sudah menyelesaikan jenjang pendidikan Sekolah Dasar, saya melanjutkan pendidikan saya di MTs Mathalibul Huda Mlonggo. Banyak hal yang saya peroleh dari ilmu formal dan non-formal keduanya saling beriringan. Banyak yang bilang jika sedikit menyulitkan tetapi dengan bekal saya yang sudah memperoleh kedua ilmu formal dan non-formal dari SD dan Madin saya sedikit terbantu. Saat saya berada di jenjang pendidikan MTs saya benyak memperoleh sertifikat kejuaraan dari juara 2 Baca Puisi, juara 2 lomba bercerita kisah Nabi, dan yang paling membanggakan ketika di MTs saya tergabung di grup Marcing Band Malida dan saya pernah menjadi juara 1 parade macing band se-Jawa Tengah di Pati dengan posisi saya sebagai peniup terompet.
Pertengahan tahun 2012 saya melanjutkan pendidikan saya di SMKN 1 Jepara tentunya sederajat dengan tingkatan Sekolah Menengah Atas. Namanya juga Sekolah Menengah Kejuruan sehingga mau tidak mau saya harus memilih Jurusan yang saya minati. Namun saat itu saya masih minim pengalaman, tanpa dorongan siapapun akhirya saya memilih jurusan TPHP, bukan jurusan PHP. TPHP (Teknik Pengolahan Hasil pertanian), jika sekilas dipahami jurusan yang salah pilih ini sejalan dengan bidang Tata Boga, dimana siswa dituntut dan dibimbing untuk berlatih memasak. Namun jangan salah, yang membuat saya berkesan belajar di SMKN 1 Jepara bukan hanya masak memasak maupun mengincipi makanan yang saya buat, tetapi juga diajari menguji kadar mutu suatu komoditas pertanian, hasil masakan dan penelitian tentang makhluk hidup terkecil di alam (bakteri).
Penelitian tersebut dapat berupa pengujian kadar gula, protein, mineral, dan vitamin. Banyak hal yang saya pelajari dari mulai penanaman mikroba, bakteri baik pada makanan, pengolahan yang sesuai deng GMP (Good Manufacturing Practices), pengawetan makanan dengan pengawet alami, dan pengujian mutu makanan. Hingga pada tahun 2015 saya menuntaskan jenjang pendidikan saya di SMKN 1 jepara.
Berbekal bimbingan dan dorongan dari guru saya bernama Nur M. Kandir serta doa tidak lupa dukungan dari kedua orang tua, saya melanjutkan pendidikan di Universitas PGRI Semarang pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Berbeda dengan awal masuk saya di SMK, awal masuk di Universitas PGRI Semarang saya memperoleh banyak pengarahan dari orang-orang sekitar saya, sehingga saya bisa memperoleh pengalaman sedikit demi sedikit dari pengalam orang lain yang saya peroleh. Waktu ke waktu telah berlalu, berlalu tanpa meinggalkan banyak krikil-krikil yang menghadang. Namun berkat doa kedua oran tua dan diijabah oleh Allah SWT serta bimbingan dan bantuan dari Bapak Ibu Dosen dan rekan-rekan saya dapat meleati krikil-krikil yang menghadang.
Semester 7 sudah menghampiri. Sehingga saya berjumpa di ruang kelas 2.09 tepatnya di gedung kampus 4 Univesitas PGRI Semrang dengan seorang penyair sekaligus dosen PBSI Universitas PGRI Semarang. Penyair sekigus dosen tersebut kelahiran dari daerah Kendal. Beliau yang tidak lain dan tidak bukan Bapak Setia Naka Andrean yang membimbing saya dalam mata kuliah Menulis Kreatif.
