Dengan kemajuan zaman serta ilmu dan teknologi maka pendidikan harus
ditingkatkan kualitasnya dan guna menyongsong era globalisasi dunia dimana akan
dengan mudah masuknya orang asing ke Indonesia dengan kekuatan skill yang
memadai sehingga berakibat penguasaan perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu,
perlu adanya penanganan khusus terutama
dibidang pendidikan lebih khusus pada Sekolah Menengah Kejuruan yang
menghasilkan tamatan berwawasan wirausaha dan tenaga kerja yang terampil,
professional dan kompetitif.
Teknologi
tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar
dapat disesuaikan dengan aspek – aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan,
sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.
Sekolah
Menengah Kejuruan juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan
ilmu yang didapat menjadi teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat
bagi masyarakat. SMK N 1 Jepara memiliki kompetensi keahlian dibidang Teknologi
Pengolahan Hasil Pertanian sehingga diharapkan mampu memanfaatkan potensi alam yang ada di wilayah Jepara.
Buah manggis
merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Jepara.Telah banyak dilakukan penelitian
tentang buah manggis dan kulit buah manggis yang ternyata sangat baik untuk
pengobatan. Manggis dapat membantu menghancurkan
semua penyakit di dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi di dalam tubuh
serta meregenerasi sel. Di dalam kulit
manggis terdapat daya antioksidan luar biasa yang mampu menangkal radikal
bebas. Radikal bebas ini masuk melalui makanan
yang dikonsumsi dan menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, kanker dan lain-lain. Zat antioksidan tersebut yaitu Xanthone yang berupa alpha mangostin dan gamma mangostin.
Oleh karena itu
masyarakat mulai memanfaatkan kulit buah
manggis menjadi aneka produk yang berfungsi untuk pengobatan. Biasanya kulit
buah manggis dibuat menjadi jus dalam kondisi kulit buah segar atau kulit
buah dikeringkan terlebih dahulu kemudian dibuat jus dan ada pula yang dibuat
tepung kulit buah manggis yang dikemas dalam bentuk seperti teh celup.
Akan tetapi
pengolahan kulit buah manggis menjadi jus memiliki kekurangan yaitu rasa sepat
pada jus yang dihasilkan. Rasa sepat ini
disebabkan karena kulit buah manggis mengandung tanin. Tanin (atau tanin nabati, sebagai
lawan tanin sintetik) adalah suatu senyawa polifenol yang berasal
dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang
bereaksi dengan dan menggumpalkan protein, atau berbagai
senyawa organik lainnya termasuk asam amino dan alkaloid.
Masyarakat biasanya mengurangi rasa
sepat pada jus kulit buah manggis dengan cara menambahkan madu, tidak
mengikutkan kulit luar, perendaman perebusan dan penambahan bunga rosella,
apel, anggur yang dapat juga untuk memberi pewarna alami.
Rosella sangat popular di bidang
kesehatan karena diakui dapat berkhasiat sebagai peluruh kencing dan merangsang
keluarnya empedu, menurunkan tekanan darah, mengurangi viskositas (kekentalan)
darah dan meningkatkan perilstaltik usus.
Peneliti mencoba untuk membuat minuman
dengan bahan baku kulit buah manggis dengan menghilangkan rasa sepat dengan
menambahkan bunga rosella. Penambahan bunga rosella diharapkan selain
mengurangi rasa sepat dan memberikan pewarna alami pada minuman serta dapat
menjadi minuman herbal dengan adanya manfaat dari kombinasi penggunaan kulit
buah manggis dan bunga rosella yang sudah diketahui sangat bermanfaat bagi
kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar