Jumat, 27 Desember 2013

"Khasiat Ekstrak Kulit Buah Manggis"


            Dengan kemajuan zaman serta ilmu dan teknologi maka pendidikan harus ditingkatkan kualitasnya dan guna menyongsong era globalisasi dunia dimana akan dengan mudah masuknya orang asing ke Indonesia dengan kekuatan skill yang memadai sehingga berakibat penguasaan perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, perlu adanya penanganan  khusus terutama dibidang pendidikan lebih khusus pada Sekolah Menengah Kejuruan yang menghasilkan tamatan berwawasan wirausaha dan tenaga kerja yang terampil, professional dan kompetitif.
            Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek – aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.
            Sekolah Menengah Kejuruan juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan ilmu yang didapat menjadi teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. SMK N 1 Jepara memiliki kompetensi keahlian dibidang Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian sehingga diharapkan mampu memanfaatkan potensi alam yang ada di wilayah Jepara.
            Buah manggis merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di  Jepara.Telah banyak dilakukan penelitian tentang buah manggis dan kulit buah manggis yang ternyata sangat baik untuk pengobatan. Manggis dapat membantu menghancurkan semua penyakit di dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi di dalam tubuh serta  meregenerasi sel. Di dalam kulit manggis terdapat daya antioksidan luar biasa yang mampu menangkal radikal bebas. Radikal bebas ini masuk melalui makanan yang dikonsumsi dan menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, kanker dan lain-lain. Zat antioksidan tersebut yaitu Xanthone yang  berupa alpha mangostin dan gamma mangostin.
Oleh karena itu masyarakat mulai  memanfaatkan kulit buah manggis menjadi aneka produk yang berfungsi untuk pengobatan. Biasanya kulit buah manggis  dibuat menjadi jus dalam kondisi kulit buah segar atau kulit buah dikeringkan terlebih dahulu kemudian dibuat jus dan ada pula yang dibuat tepung kulit buah manggis yang dikemas dalam bentuk seperti teh celup.
Akan tetapi pengolahan kulit buah manggis menjadi jus memiliki kekurangan yaitu rasa sepat pada jus yang dihasilkan. Rasa sepat ini disebabkan karena kulit buah manggis mengandung tanin. Tanin (atau tanin nabati, sebagai lawan tanin sintetik) adalah suatu senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang bereaksi dengan dan menggumpalkan protein, atau berbagai senyawa organik lainnya termasuk asam amino dan alkaloid.
Masyarakat biasanya mengurangi rasa sepat pada jus kulit buah manggis dengan cara menambahkan madu, tidak mengikutkan kulit luar, perendaman perebusan dan penambahan bunga rosella, apel, anggur yang dapat juga untuk memberi pewarna alami.
Rosella sangat popular di bidang kesehatan karena diakui dapat berkhasiat sebagai peluruh kencing dan merangsang keluarnya empedu, menurunkan tekanan darah, mengurangi viskositas (kekentalan) darah dan meningkatkan perilstaltik usus.
Peneliti mencoba untuk membuat minuman dengan bahan baku kulit buah manggis dengan menghilangkan rasa sepat dengan menambahkan bunga rosella. Penambahan bunga rosella diharapkan selain mengurangi rasa sepat dan memberikan pewarna alami pada minuman serta dapat menjadi minuman herbal dengan adanya manfaat dari kombinasi penggunaan kulit buah manggis dan bunga rosella yang sudah diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak Kenal Maka Harus Kenalan Zaman dahulu ada sebuah ungkapan yang menyatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” namun ungkapan berbeda jika ...