Pemuda
Sebagai Tombak Penerus Bangsa
Pemuda
merupakan sosok seseorang yang memiliki kekuatan dalam hal untuk membangun
sesuatu yang tentunya menjadi sebuah keinginannya. Pemuda memiliki jiwa pejuang
berjuang dalam segi apapun yang dia rasa pantas untuk diperjuangkan pasti dia
akan berjuang untuk hal itu. Selain itu pemuda memiliki jiwa yang sangat
sensitif dan sangat gampang terpengaruh dalam hal negative karena pemuda rasa ingin taunya
sangat tinggi. Kita telah membicarakan tentang sebuah semangat dari seorang
pemuda, tentunya kita tidak akan pernah lepas dari semangat juang pemuda
Indonesia saat meraih sebuah kemenangan bangsa, hal tersebut tidak lain ialah
sebuah kemerdekaan.
Berbicara tentang pemuda dan kemerdekaan bangsa Indonesia
tentulah kita terkenang dengan sebuah
untaian-untaian kata yang semestinya menjadikan bergetarnya seluruh raga kita,
tak lain ialah ikrar Sumpah Pemuda
Kami Putra dan Putri
Indonesaia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami Putra dan Putri
Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri
Indonesia mengaku menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Dari paparan ikrar
Sumpah Pemuda tentulah kita juga mengungat dengan apa yang pernah dikatakan
oleh Ir. Soekarno yang menyatakan ”Beri aku 10 pemuda akan aku goncangkan
dunia”
Apa yang telah diucapkan oleh Ir. Soekarno tentulah
menjadi sebuah penanda bahwa pemudalah yang menjadi tombak bangsa dalam
mewujudkan segala cita-cita mulia bangsa. Semangat pemuda inilah yang menjadi
perwujudan Negara bisa menjadi seperti sekarang ini, pemuda sebagai penjujung
tinggi pengapresiasi suatu budaya, sastra, serta peringatan hari-hari penting,
semisal dengan adanya peringatan yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI
Semarang.
Peringatan Bulan Bahasa 2016 Fakultas Pendidikan Bahasa
dan Seni, Universitas PGRI Semarang telah tiba. Sebagaimana peringatan yang
selalu ditungu-tunggu yang sebenarnya bertepatan pula dengan peringatan Sumpah
Pemuda, tepatnya pada tanggal 28 Oktober. Saat ini peringatan Bulan Bahasa
sudah dibuka dengan begitu semarak. Pembukaan peringatan bulan bahasa di sebuah
gedung kebanggan universitas PGRI Semarang yang begitu megah tidak lain gedung
Balairung. Gedung bertepatan di tengah-tengah antara Gedung Pusat, Gedung B,
dan Gedung Utama. Pelaksanaan launching Gebyar
Bulan Bahasa dilaksanakan tepatnya hari Rabu, 19 Oktober 2016, pukul 09.00 WIB.
Pelaksanaan launching
Gebyar Bulan Bahasa yang berlangsung begitu meriah dengan mengusung tema
UPGRIS Bersastra !. Dengan mengusung tema UPGRIS Bersastra ! tentulah tidak
lepas dari sastrawan-sastrawan yang telah menorehkan sejuta kepiawaannya dalam
bersastra. Launching Gebyar Bulan
Bahasa di meriahkan grup musikalisasi puisi yaitu Biscuittime yang menyambut
datangnya peserta acara launching Gebyar
Bulan Bahasa. Selain itu disambung dengan pembacaan puisi oleh rektor UPGRIS,
tidak lain ialah Bapak Muhdi., S.H., S.Hum.
dengan diiringi petikan-petikan senar nan syahdu dari tangan beliau.
Tidak mau kalah rektor, wakil rektor pun juga ikut berpuisi yang diiringi
dengan tembang jawa yang seketika menarik perhatian mata-mata peserta yang
menghadiri acara launching Gebyar
Bulan Bahasa.
UPGRIS Bersastra !, semestinya tema tersebut mengandung
sebuah makna yang kiranya dapat menggetarkan jiwa. Bagaimana tidak, UPGRIS yang
merupakan sebuah sebutan pendek yang berasal dari Universitas PGRI Semarang,
dengan penambahan sebuah kata Bersastra. Peringatan Bulan Bahasa dengan
mengusung tema UPGRIS Bersastra, dengan tujuan FPBS mengajak semua elemen UPGRIS
berpartisipasi dalam pelaksanaan bulan bahasa. Fakultar Pendidikan Bahasa dan
Seni juga turut mengajak semua elemen
UPGRIS bahwasanya sastra bukanlah milik elemen Fakultas Pendidikan Bahasa dan
Seni saja. Melainkan milik kita bersama seluruh elemen UPGRIS dan milik seluruh
masyarakat Indonesia.
Selain adanya peringatan bulan bahasa adapula peringatan
yang diselenggarakan oleh kelompok teater gema yang mana dilaksanakan pada hari
jumaat tepatnya tanggal 28 Oktober 2016, dengan tujuan untuk memperingati hari
sumpah pemuda. Acara berlangsung dengan semarak.
Peringatan sumpah
pemuda yang dilakukan oleh elemen Universitas PGRI Semarang tentulah memiliki
sebuah tujuan yang sangat mulia. Bukan hanya menjadi ajang penyemarak
peringatan sumpah pemuda, namun peringatan sumpah pemuda yang dilaksanakan oleh
elemen Universitas PGRI Semarang untuk memberikan pandangan yang berbeda bagi
setiap pemuda, khususnya mahasiswa Universitas PGRI Semarang.
Dengan adanya peringatan-peringatan untuk mengenang
perjuangan pemuda dalam menggapai sebuah kemerdekaan, tentulah kita sebagai
pemuda yang menjadi tombak penerus
bangsa tentulah kita harus menjadi pemuda yang tangguh dalam
mempertahankan kemerdekaan bangsa. Bukan hanya mempertahankan kemerdekaan saja,
seyogyanya kita sebagai pemuda yang menjadi tombak penurus bangsa, kita harus
dapat menjadi pemuda yang berprestasi dalam pendidikan, memiliki pengetahuan
luas, ahlak sopan santun terhadap orang
lain sikap menghargai sesama.
Intan
Maulia Marta,
Mahasiswa
Universitas PGRI Semarang,
FPBS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar