Selasa, 27 Desember 2016

Pemuda Sebagai Tombak Penerus Bangsa

Pemuda Sebagai Tombak Penerus Bangsa
Pemuda merupakan sosok seseorang yang memiliki kekuatan dalam hal untuk membangun sesuatu yang tentunya menjadi sebuah keinginannya. Pemuda memiliki jiwa pejuang berjuang dalam segi apapun yang dia rasa pantas untuk diperjuangkan pasti dia akan berjuang untuk hal itu. Selain itu pemuda memiliki jiwa yang sangat sensitif dan sangat gampang terpengaruh dalam hal  negative karena pemuda rasa ingin taunya sangat tinggi. Kita telah membicarakan tentang sebuah semangat dari seorang pemuda, tentunya kita tidak akan pernah lepas dari semangat juang pemuda Indonesia saat meraih sebuah kemenangan bangsa, hal tersebut tidak lain ialah sebuah kemerdekaan.
            Berbicara tentang pemuda dan kemerdekaan bangsa Indonesia tentulah kita terkenang  dengan sebuah untaian-untaian kata yang semestinya menjadikan bergetarnya seluruh raga kita, tak lain ialah ikrar Sumpah Pemuda
Kami Putra dan Putri Indonesaia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Dari paparan ikrar Sumpah Pemuda tentulah kita juga mengungat dengan apa yang pernah dikatakan oleh Ir. Soekarno yang menyatakan ”Beri aku 10 pemuda akan aku goncangkan dunia”
            Apa yang telah diucapkan oleh Ir. Soekarno tentulah menjadi sebuah penanda bahwa pemudalah yang menjadi tombak bangsa dalam mewujudkan segala cita-cita mulia bangsa. Semangat pemuda inilah yang menjadi perwujudan Negara bisa menjadi seperti sekarang ini, pemuda sebagai penjujung tinggi pengapresiasi suatu budaya, sastra, serta peringatan hari-hari penting, semisal dengan adanya peringatan yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Semarang.
            Peringatan Bulan Bahasa 2016 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Semarang telah tiba. Sebagaimana peringatan yang selalu ditungu-tunggu yang sebenarnya bertepatan pula dengan peringatan Sumpah Pemuda, tepatnya pada tanggal 28 Oktober. Saat ini peringatan Bulan Bahasa sudah dibuka dengan begitu semarak. Pembukaan peringatan bulan bahasa di sebuah gedung kebanggan universitas PGRI Semarang yang begitu megah tidak lain gedung Balairung. Gedung bertepatan di tengah-tengah antara Gedung Pusat, Gedung B, dan Gedung Utama. Pelaksanaan launching Gebyar Bulan Bahasa dilaksanakan tepatnya hari Rabu, 19 Oktober 2016, pukul 09.00 WIB.
            Pelaksanaan launching Gebyar Bulan Bahasa yang berlangsung begitu meriah dengan mengusung tema UPGRIS Bersastra !. Dengan mengusung tema UPGRIS Bersastra ! tentulah tidak lepas dari sastrawan-sastrawan yang telah menorehkan sejuta kepiawaannya dalam bersastra. Launching Gebyar Bulan Bahasa di meriahkan grup musikalisasi puisi yaitu Biscuittime yang menyambut datangnya peserta acara launching Gebyar Bulan Bahasa. Selain itu disambung dengan pembacaan puisi oleh rektor UPGRIS, tidak lain ialah Bapak Muhdi., S.H., S.Hum.  dengan diiringi petikan-petikan senar nan syahdu dari tangan beliau. Tidak mau kalah rektor, wakil rektor pun juga ikut berpuisi yang diiringi dengan tembang jawa yang seketika menarik perhatian mata-mata peserta yang menghadiri acara launching Gebyar Bulan Bahasa.
            UPGRIS Bersastra !, semestinya tema tersebut mengandung sebuah makna yang kiranya dapat menggetarkan jiwa. Bagaimana tidak, UPGRIS yang merupakan sebuah sebutan pendek yang berasal dari Universitas PGRI Semarang, dengan penambahan sebuah kata Bersastra. Peringatan Bulan Bahasa dengan mengusung tema UPGRIS Bersastra, dengan tujuan FPBS mengajak semua elemen UPGRIS berpartisipasi dalam pelaksanaan bulan bahasa. Fakultar Pendidikan Bahasa dan Seni juga turut mengajak  semua elemen UPGRIS bahwasanya sastra bukanlah milik elemen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni saja. Melainkan milik kita bersama seluruh elemen UPGRIS dan milik seluruh masyarakat Indonesia.
            Selain adanya peringatan bulan bahasa adapula peringatan yang diselenggarakan oleh kelompok teater gema yang mana dilaksanakan pada hari jumaat tepatnya tanggal 28 Oktober 2016, dengan tujuan untuk memperingati hari sumpah pemuda. Acara berlangsung dengan semarak.
            Peringatan  sumpah pemuda yang dilakukan oleh elemen Universitas PGRI Semarang tentulah memiliki sebuah tujuan yang sangat mulia. Bukan hanya menjadi ajang penyemarak peringatan sumpah pemuda, namun peringatan sumpah pemuda yang dilaksanakan oleh elemen Universitas PGRI Semarang untuk memberikan pandangan yang berbeda bagi setiap pemuda, khususnya mahasiswa Universitas PGRI Semarang.
            Dengan adanya peringatan-peringatan untuk mengenang perjuangan pemuda dalam menggapai sebuah kemerdekaan, tentulah kita sebagai pemuda yang menjadi tombak penerus  bangsa tentulah kita harus menjadi pemuda yang tangguh dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa. Bukan hanya mempertahankan kemerdekaan saja, seyogyanya kita sebagai pemuda yang menjadi tombak penurus bangsa, kita harus dapat menjadi pemuda yang berprestasi dalam pendidikan, memiliki pengetahuan luas, ahlak  sopan santun terhadap orang lain sikap menghargai sesama.
Intan Maulia Marta,
Mahasiswa Universitas PGRI Semarang,
 FPBS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak Kenal Maka Harus Kenalan Zaman dahulu ada sebuah ungkapan yang menyatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” namun ungkapan berbeda jika ...